bermain main dengan xbee pro 100 mWatt

16 November 2010

dapat juga kesempatan ngoprek modul xbee pro, padahal dulu kalo bantuin expert swarm ugm krci 2008 sudah ngoprek tuh. ya tapi kesempatannya baru dapat sekarang. ini pun ngerjain project orang lain. lumayan lah.

udah banyak kok yang bahas. ngga perlu di bahas aja. mau pamer photo saja. wkwkwkkww

kalo sudah sering memakai komunikasi serial pasti bisalah memakai modul ini. kaya nya dalam modul ini penerimaan data sudah ditangani sama chip di dalamnya, jadi data yang di keluarkan dari serial xbee pro sudah valid, kalo tidak valid modul ini tidak akan mengeluaran data serial.

maksudnya cek error komunikasi datanya sudah di tangani sama modul ini. beruntunglah yang memakai modul ini, karena ngga terlalu pusing ngurus crc atau cheksum. sok maronggo lah, paleser tah.

saya ngetest kalo dalam ruangan  banyak halangan kira kira 50 m. Kalo LOS katanya 1.6km Sa ya belum pernah nyoba

nah ini blog mungkin dapat membantu anda untuk ngoprek xbee pro

http://forums.trossenrobotics.com/tutorials/how-to-diy-128/xbee-basics-3259/

http://www.kei-elektronik.com/


STANDALONE PROGRAMMER AVR

27 Oktober 2010

standalone programmer atau alat copy mcu, atau downloader tanpa PC. ini saya buat karena saya memerlukan sebuah alat downloader tapi dapat hidup tanpa sebuah KOMPUTER.  maklum saya cuma punya 1 komputer, kalo saya pergi ke luar kota, wah proses produksi key electronic terganggu.akhirnya dengan menggunakan BOARD AVR TRAINER 2.0. saya membuat firmware nya. berikut hasilnya. ayo beli modul avr trainer 2.0. dapat source code stand alone programmer.

menu nya ada 7:

1. cek ic  : maksudnya mengecek enable spi, apakah masih berfungsi atau tidak

2. baca flash : membaca flash ic kemudian datanya disimpan di eeprom

3.tulis flash : mengisi flash ic tujuan dengan data yang sebelumnya disimpan di eeprom

4. hapus flash: menghapus isi flash

5.baca fusebit : membaca fusebit

6. tulis fusebit: menyetting fusebit sesuai dengan keingin kita

7. read signature.

nah ini instruksi set dari datasheet atmega8

AYO segera beli MODUL AVR TRAINER 2.0. dapatkan segera bonus standalone programmer.

ini source code nya dapat di download

hubungi : DHANI NUGRAHA (085228292473)


sekilas tentang SPI

17 Oktober 2010

tulisan ini hanya basa basi aja, tidak ada ilmu tambahan selain di datasheet ATMEL. tujuan belajar SPI yaitu kita akan membuat standalone programmer AVR(artinya kita akan membuat sebuah alat untuk memprogram IC AVR tanpa komputer), mungkin nantinya banyak digunakan di pabrik pabrik yang memakai mikrokontroler,

“UNTUK YANG DCS BIKIN SENDIRI SAJA”

SPI merupakan kepanjangan dari Serial Peripheral Interface, Protokol SPI ini sudah umum digunakan oleh pecinta mikrokontroler,  pada ic avr sudah ada hardware untuk menangani komunikasi SPI, nah untuk ic yang belum ada hardware spi nya protokol ini dapat di buat secara software.

Ada 2 macam mode SPI yaitu

1.   Satu master, satu slave

2.   Satu master, beberapa slave

 

register register pada avr yang berhubungan dengan SPI:

1. SPCR

2. SPSR

SPCR(SPI Control Register)  merupakan register control SPI untuk mengatur aktivasi SPI, mode SPI dan kecepatan data transfer SPI.

SPSR(SPI Status Register) merupakan register  untuk pengaturan kecepatan data transfer menjadi 2x kecepatan awal.

Untuk lebih kerennya belajar SPI lihat saja di datasheet atmel

Inisialisasi SPI

inisialisai SPI untuk mode master. Inisialisasi meliputi setting port MISO,MOSI,CS,SCK, mode spi dan kecepatan transfer data. Berikut program insialisasi SPI:

void init_spi()

{

DDRB &= ~(1 << SPIDI);     // set port B SPI data input to input

DDRB |= (1 << SPICLK);     // set port B SPI clock to output

DDRB |= (1 << SPIDO);      // set port B SPI data out to output

DDRB |= (1 << SPICS);      // set port B SPI chip select to output

SPCR = (1 << SPE) | (1 << MSTR) |(1 << SPR1) | (1 << SPR0);

SPSR = (1 << SPI2X);

}

 

Membaca dan mengirim data SPI

SPDR(SPI Data Register) merupakan register untuk membaca dan menulis pada transfer data SPI. Berikut program untuk baca tulis data SPI

char spi(char d) //kirim terima 1 byte data SPI

{

char received = 0;

SPDR = d;//mengirimkan sebuah  data

while(!(SPSR & (1<<SPIF)));//menunggu SPIF sampai bernilai 1

received = SPDR;//membaca data SPDR

return (received);//

}

ya sudah dulu sekian dari saya. mungkin untuk artikel selanjutnya kita akan langsung membuat sebuah aplikasi yang menggunakan PROTOKOL SPI untuk membuat STANDALONE PROGRAMMER AVR


menghubungkan modem wavecom dengan avr trainer basic 2.0

2 Oktober 2010

modem wavecom  yang saya beli ini saya beli di toekang modem. nah jika udah punya avr trainer basic 2.0. kita tinggal menghubungkannya melalui komunikasi rs 232.

nah seperti ini gambarnya

untuk menghubungkan kita tinggal beli db-9 male 2 buah. nah yang dihubungkan kaki 2,3, dan 5.  dihungkan cross.

modem wavecom ini dapat di setting baudrate nya. baudarate nya anatara 2400-115200. untuk menyetinggnya kita tinggal memberikan perintah at command

“AT+IPR=nilai_baudrate”

Nah setelah itu agar baudratenya tersimpan di modem wavecom maka harus disimpan,perintah at commandnya

“AT&W”

modem wavecom ini juga dapat direset secara software maupun secara hardware. nah kalo secara software dengan perintah

“AT+CFUN”

AT COMMAND YANG SERING DI PAKAI

AT+CMGL=”ALL” //BACA SMS
AT+CMGD=1,4 // DELETE SMS
ATE0 //KILL ECHO
AT+CUSD=1,*888# CEK PULSA
AT+CFUN=1 //RESTART
AT+IPR=BAUDARATE
AT&W // SAVE

Untuk aplikasi saya membuat contoh program untuk mematikan dan menyalakan led pada portb.0. kemudian modem akan mengirim report balik kepada nomor yang memerintahnya. nomor yang memerintahnya bebas, asalakna kata kunci yang disms kan benar.

udah langsung saja download programnya



Mikrokontroler untuk Pemula sekalian jualan

9 Agustus 2010

instal avr studio +instal win avrgcc+instal proteus dan cara penggunaaanya

demo_proteus

instal avr dude

setting alarm modul avr trainer2.0

demo isi program ic pada sisi hardware

demo isi program ic pada sisi software

output untuk menyalakan led,buzzer, dan relay menggunakan bahasa c(winavr gcc), asembler (avr studio) dan basic (bascom avr)

ADC untuk membaca data LDR, untuk menentukan on off 8xled merah menggunakan bascom dan win avr gcc

remote sony

tambah kesel teu aya dameul, atos wen ngarubah source code remote sony bascom kana avr gcc, sok tah bilih aya nu peryogi tapi nganggo bahasa c avr, punten pami nu 8051 teu acan di dameul teu gaduh ic na.

eta ic penerima na kaleresan sabtu tanggal 4 sept 2010 jam 12.30 meser di pcm elektronik glodog hargana 2000 perak. lumayan lah kanggo ngabuburit mah. teu seuer basa basi atos wen donload wae padawean sim kuring kamari.

download source dan skematiknya

lcd angka badag (big number)


panasaran deui gara gara lcd 2×16 aksarana alit, teu tiasa kabaca, atos wen simkuring ngadameul library sorce lcd kanggo angka ageung, lumayan lah jadi katingali di kajauhan gen, ngan ayeuna mah nu asalna lcd 2×16 teh jadi robih jadi lcd 1×4

download source

source code bascom avr

thermometer angka badag

tah ieu aplikasi lcd angka badag kanggo thermometer, lumayanlah kanggo barudak sakola, sd,smp atawa smu ameh beuki resep di ajar mikrokontroler, sok marangga daronload source na, tambah ulah halilap atuh maleser modul di KEY ELECTRONIC.

saya maju bersama anda, dan anda maju bersama saya. wkwkkwkkwkw, aya aya wae, bohong ketang

download source

sensor lm 35 untuk on off relay

aplikasi ini digunakan untuk mematikan dan menyalakan relay, jika input dari lm 35 suhunya dibawah 80 maka relay aktif dan jika suhu diatas 80 maka relay mati. langsung saja download source nya.

DASAR KEYPAD 3X4

keypad banyak digunakan untuk aplikasi mikrokontroler, khususnya untuk menyeting sesuatu. nah saya akan memberikan contoh dasar penggunaan keypad. silahkan download

dulu keypad ini buat proyek apa gitu, tapi salah beli, harusnya 4×4 eh malah beli 3×4. jadi itung itung tambah kesel atos wen saya pakai buat contoh dasar penggunaan keypad


antarmuka 7 segment versi mahal tanpa scaning.

27 Mei 2010

sudah lama tidak nulis akhirnya kangen juga. antarmuka 7 segment banyak caranya yang sering di pakai ketika saya dulu pertama belajar mikrokontroler yaitu dengan teknik scaning, dan kelemahannya yaitu program harus terus menerus update tampilan. nah ketika program meninggalkan layanan update tampilan.  maka dengan seketika 7 segment akan berkedip.

nah tulisan ini akan menceritakan antarmuka 7 segment dengan teknik shift register dan latching. jadi kita cuma update tampilan 1 kali. sesudah itu program bisa meninggalkan update tampilan. tetapi setelah saya pikir pikir teknik seperti ini mahal.

keuntungan antarmuka 7 segment dengan shift register dan latching (74595)

1. cuma membutuhkan 3 port untuk mengendalikan n x 7 segment

2. update tampilan cuma 1 kali jika ada perubahan saja.

kerugiannya:

- mahal euy ( wkwkwkwkwkwkwkwkw)

nah ini skematiknya kalian tambahin aja resistor sebelum masuk 7 segment (saya kurang nambahin resistor).

nah ini simulasi dan source nya dapat kalian download


pentingnya BOD(BROWN OUT DETECTION)

7 Januari 2010

Jika tegangan kurang dari yg diperlukan mikro,mikro akan salah menjalankan program. Salah ini bisa berupa mengendalikan port2 yg salah, salah data komunikasi dan juga dapat mengganti data pada EEPROM. Parahnya lagi kesalahan itu random!!! tdk bisa ditanggulangi dgn program.

HAL INI SANGAT BERBAHAYA JIKA MENYANGKUT SISTEM YG SENSITIF.

Sulusinya adalah dengan menggunakan Brown-out Detection(BOD). Kalo pada mikro klan MCS51 sepertinya kita harus membuat rangkaian BOD sendiri di luar mikro, rangkaian sederhananya seperti gambar di bawah ini

kalo mikro AVR sudah menyediakan BOD on-chip.
Kita tinggal mengaktifkan fuse BODEN, maka BOD akan bekerja dengan VBOD- = 3.7V dan VBOD+ = 4.5V.
Artinya jika VCC kurang dari 4.5V, mikro tdk bekerja. Jika di atas 4.5V, mikro akan mulai bekerja. Setelah bekerja jika VCC turun di bawah 3.7V, mikro akan berhenti bekerja. Untuk dapat bekerja kembali tegangan VCC harus di atas 4.5V. Jika terpenuhi maka mikro akan bekerja kembali dari awal program, bukan melanjutkan program sebelumnya pada waktu tegangan turun. Satu lagi fuse yg berhubungan dengan BOD yaitu BODLEVEL.

Cara kerja BOD adalah; mikro akan berhenti bekerja jika tegangan sumber melewati batas bawah tegangan BOD (VBOD-) dan akan bekerja lagi(dianggap reset) jika tegangan telah melebihi batas atas tegangan BOD (VBOD+). selisih VBOD- dan VBOD+ disebut tegangan histerisis (VHYST). Dengan adanya fasilitas BOD diharapkan mikrokontroler ga ada lagi yg ngawur…..

BOD Juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit LCD blank 2×16, Kadang pas power on reset LCD 2×16 suka gagal inisialisasi, nah dengan BOD penyakit ini akan sembuh. coba saja sendiri.

ayo buktikan BOD BOD aya aya wae maneh.


belajar bareng mikrokontroler avr sama akang dhani

5 Desember 2009

bagi teman teman yang sedang mulai belajar mikrokontroler, mari belajar sama kang dhani. saya akan memberikan contoh skematik dan source code dengan bascom avr dan win avr gcc. untuk penjelasannya karena saya bukan ahli menjelaskan kalian bertanya aja kepada yang ahlinya.kalo yang mudah mudah insya alloh saya bisa menjawab pertanyaan seputar mikrokontroler.

  1. - tools bascom avr + winavr gcc +avr+studio (“kalian cari aja di google sendiri”)
  2. - proteus digunakan untuk simulasi (“cari di google”)
  3. -downloader avr (paralel port support pony prog)
  4. -TUTORIAL PONYPROG
  5. - downloader avr usb asp
  6. -usb to serial pakai attiny 2313.
  7. -tutorial penggunaan proteus
  8. - materi 1 output (output 1 byte)
  9. -materi 2 output 2 (output 1 bit)
  10. -materi 3 output (pembacaan memory program)
  11. -materi 4 input
  12. -timer
  13. -counter
  14. -interupsi
  15. -adc
  16. -i2c
  17. -eeprom
  18. -keypad
  19. -lcd
  20. -pwm
  21. -serial
  22. -spi
  23. -watchdog internal
  24. -sensor jarak srf 04 dan lcd
  25. -sensor jarak ping dan lcd
  26. -kompas cpms 03
  27. -sensor warna tcs230
  28. -raw format mmc
  29. -rtc ds1307
  30. -rtc ds 12c877
  31. -eeprom eksternal 24cxx
  32. -kontrol dengan handphone
  33. -eeprom spi m95256
  34. -kontrol motor dc dengan pwm bascom avr + c
  35. program line follower PID bascom avr + C

kayanya mantap kalo dibikin buku, atau modul belajar, bikin modulnya sendiri, nanti dijualin, lumayan buat beli susu de keisha. mudah mudahan bisa terwujud. amin

bersambung————– insya alloh akan saya update terus.


hayu ah urang pindah ka winavr gcc

20 April 2009

bermula belajar mikrokontroler dari melihat seorang teman, namanya pendekar solder, akhirnya ikut ikutan juga ingin menjiplaknya, dikenalkannya assembler 8051 kepadaku, ternyata bermula dari situ akhirnya ketagihan juga. mun ceuk nu gelo mah hayang nyaho leuwih jero, tapi selama memakai 8051 tidak ada ketertarikan memakai bahasa c atau bascom, karena kata pendekar solder mah udik ceunah,

seiring dengan perkembangan jaman, beralihlah dari 8051 ke avr, ternyata di avr juga pakai assembler avr,  senangnya bikin source code dengan assembler, karena tidak semua orang suka dengan assembler,  skripsi S1 saya juga programnya pakai assembler avr.

ketika januari 2008 akhirnya saya di suruh untuk memilih bahasa pemrograman bahasa c atau bascom, karena katanya kalau pakai assembler kalo mau rubah source codenya agak lama. akhirnya pilihan saya pun jatuh kepada BASCOM, karena saya sangat membenci syntak bahasa C yang case sensitive, kayannya cuma bahasa c yang mempunyai sifat seperti itu, udik sekali.

seiring dengan perkembangan jaman akhirnya saya juga banyak menemui masalah dengan bahasa bascom avr, karena perusahaan perusahaan jarang ada yang membutuhkan orang yang terbiasa memakai bahasa bascom.

gelo lah, dengan alasan itu saya memutuskan untuk berpindah ke bahasa c yang sangat udik sekali. karena CASE SENSITIVENYA, ANJING SALAH SAEUTIK error. ASSEMBLER GEN TEU KITU KITU TEUING.  maka dari sekarang saya mulai pindah ke win avr GCC.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.